Bismillahirrahmanirrahim
Sebulan
terakhir ini ada sebuah pengalaman yang saya ingin ceritakan. Pengalaman kali
ini sarat akan makna bagi saya. Maknanya mungkin tidak sedalam yang orang lain
rasakan, tapi rasanya ini merupakan peringatan besar.
Pada tanggal 29 april saya seperti biasa
mengadakan kunjungan rutin ke klinik untuk bertemu dr kim untuk pemeriksaan
kandungan. Pada hari itu saya
dijadwalkan untuk melakukas test kadar gula darah. Pada hari itu saya sudah berpuasa kurang
lebih salama 3 jam dan saya harus tiba satu jam sebelum jam reservasi saya hari
itu. Proses pemeriksaan kadar gula darah dimulai dengan meminum 50 ml cairan
glukosa murni. Cairan glukosa murni ini rasanya mirip syrup rasa jeruk yang
sama sekali tidak di tambah air. Alhamdulillah saya meminumnya dengan lancar
tanpa mual dan muntah. Setelah satu jam lamanya barulah saya masuk ke
ruangan dr Kim untuk melakukan pemeriksaan. Saya menganggap umur ini masih
diangka aman untuk mengkhawatirkan angka kadar gula darah saya nantinya. Jadi
saya masuk ruangan tanpa perasaan cemas sedikitpun.
Setelah
di ambil darah suster mengetes darah saya dengan alat test kadar gula darah.
Suster itu kaget, ternyata angkanya lumayan jauh diatas batas normal. Hasil
test saya menunjukan angka 156. Padahal harusnya angka normalnya berkisar dari
100-130, batas toleransi maksimal 140. Disitu jantung saya mulai dag dig dug.
Ya Allah pertanda apa ini. Saya tiba-tiba terbayang-bayang almarhumah Ema,
nenek saya penderita diabetes akut.
Pikiran saya langsung terlintas banyak hal. Yang paling saya takutkan
adalah merepoti orang-orang tersayang di sekeliling saya kalau sampai saya
menderita penyakit ini. Selama ini saya berdoa ingin meninggal khusnul khotimah
dan tanpa memberatkan pihak manapun. Dr. Kim sepertinya belum mempercayai hasil
test pertama ini. Dr Kim menyurus saya untuk kembali datang satu minggu
kemudian dan melakukan test toleransi glukosa dengan berpuasa 8 jam.
Saya pun pulang
dengan langkah gontai sambil terus berdoa kepada Allah SWT semoga test kedua
berjalan lancar dan hasilnya negative.
Sesampainya di rumah saya
langsung memberitahu suami hasil test hari ini. Tapi suami malah tidak heran
dengan hasil testnya. Suami bilang kalau
dia sudah bisa memperkirakan hasilnya melihat dari gaya hidup saya selama ini
yang doyan makan dan malas olahraga. Ya Allah dengan sadar saya sudah
menyia-nyiakan nikmat tubuh sempurna sehat dan normal yang telah di
berikan. Disitu saya langsung flashback
kehidupan saya selama 27 tahun ini. Ini peringatan dari Allah SWT atas apa yang
saya lakukan dan perbuat. Suami langsung menasihati untuk ikhtiar memperbaiki
apa yang sudah terjadi, setelah itu berdoa dan memohon ampunanNya untuk hasil
yang terbaik. Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan saya langsung mencari tahu mengenai penyakit diabetes pada
ibu hamil. Ternyata dampaknya tidak main-main, terutama untuk janin dalam
kandungan saya ini. Penyakit diabetes pada ibu hamil dinamakan diabetes
gestasional. di internet banyak sekali informasi mengenai ini , ternyata hanya
3% ibu hamil yang menderita diabetes gestasional. Sebayak 5-6% penderita
diabetes gestasional akan menderita diabetes militus setelah melahirkan.
Menangis lah saya membaca kenyataan yang ada.
Besok harinya saya langsung
menyusun menu diet dan jadwal olahraga. Diet rendah karbo yang menyiksa ini
harus dan wajib saya lakukan demi ikhtiar saya mendapatkan hasil lebih baik di
test satu minggu lagi. Setiap pagi saya berjalan kaki satu jam, siang harinya
saya senam ibu hamil satu jam di rumah, dan sore harinya kembali berjalan kaki
selama satu jam. Seminggu cepat sekali berlalu, tibalah saya pada di klinik
untuk menjalani test. Pengambilan darah di lakukan 4 kali. Setelah berpuasa 8
jam, 1 jam setelah meminum cairan glukosa 100ml, 2 jam setelah meminum cairan
glukosa, dan 3jam setelah meminum cairan glukosa. Saya pasrahkan pada Allah SWT
untuk hasil test hari ini. Alhamdulillah test pertama di angka normal. test ke dua tenyata tinggi sekali, angkanya
mencapai 210 padahal angka normalnya maksimal 180. Test ke 3 dan ke 4
alhamdulillah normal. Sementara saya lega mengetahui hasilnya. Setahu saya jika
angka test menunjukan 2 kali tidak normal maka dinyatakan negative. Saya
berdzikir dalam hati mnegucap syukur pada Allah. Tinggal berkonsultasi pada dr.Kim.
Di dalam ruangan, Dr.Kim
memperhatikan hasil test saya tadi. Tiba-tiba dia mengatakan sesuatu yang
membuat jantung say a lemas “ you are positive for diabetes gestasional I
think,,, “ . saya langsung bertanya kenapa bisa positive, padahal hanya satu
test yang di atas batas normal. Dr. Kim bilang bahwa pemeriksaan darah pertama
setelah minum cairan glukosa itu yang paling menentukan. Dia langsung mencarikan poli diabetes di RS
besar untuk konsultasi lebih lanjut. Dr. Kim baik sekali, dia mencarikan Dr
yang bisa berbahasa inggris dengan lancar. Di korea ini tidak semua Dr. Bisa
berbahasa inggris. TEtapi Dr. Kim menyarankan saya untuk membawa teman yang
bisa berbahasa korea dengan lancar, seringnya staff administrasi maupun suster
yang membantu hanya bisa berbahasa korea.
Bismillah dengan berbaik sangka
pada Allah SWT bahwa apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya saya menerima nya
dengan ikhlas dan dengan perasaan positive. Saya memulai lagi diet dan program
olahraga saya. Oia, saya meminta tolong kepada Mba Meity untuk menemani saya ke
Boramae Hospital. Alhamdulillah beliau
bersedia dan memiliki waktu luang. Saya harus tiba sekitar jam setengah 10 di
RS. Saya janjian dengan Mba Meity di
halte dekat tempat saya les dulu. 2 halte setelah halte tempat les dulu katanya.
Nama haltenya Hoegi Sijang. Berangkat lah saya ber 2 dengan Yasmina ke sana.
Saya hati2 menghitung jumlah halte supaya tidak terlewat. Saat terdengar ada
kata2 Hoegi dari pengumuman di dalam bus saya langsung turun. Setengah jam
berlalu saya menunggu Mba Meity. Pikir saya Mba Meity biasanya selalu tepat
waktu kalau janjian, yang suka ngaret itu malah saya,, hehehe. Saya perhatikan
lagi nama tempat janjiannya. Saya perhatikan halte tempat saya turun tadi, Ya
Allah salah lagi turunnya. Ini Hoegi Apate bukan Hoegi Sijang. Saya baca2
pelan2 rute bis yang berhangul Itu. Hoegi Sijang 1 halte sebelum ini. Saya
langsung lari kea rah berlawanan sambil menggendong yasmin. Mba Meity maafkan
saya. Salah saya juga ini punya HP yang tidak berfungsi sebagai alat komunikasi
kalau tidak di rumah. Tibalah di Hoegi Sijang, tanpa kehadiran Mba Meity di
situ. Hiks,, mungkin sudah pergi karena
terlalu lama menunggu saya di tengah teriknya matahari. Di halte itu ada
orang korea yang sedang main HP. Dengan PD nya saya langsung numpang telfon
sama si mas2 korea ini. Alhamdulillah si
mas nya percaya aja dan langsung membolehkan saya nelfon pake hp dia. Oalah,,
ternyata M.M ini menyusul saya juga ke halte
tempat saya menunggu tadi. Selalu ada drama di saat2 genting. Terlihat
dari sebrang M.M berdadah dadah ria. Saya liat lampu hijau langsung saya bawa
yasmin menyebrang. Maafkan ya nak, kamu Ibu geret dan gotong ke sana ke mari.
Langsung kita berangkat naik kereta dari stasiun Hoegi. Singkat cerita
sampailah kami di Borame Hospital dan pastinya terlambat hampir satu jam. Setelah
tiba giliran saya masuk ke ruangan untuk konsultasi. Saya langsung Tanya metode
diet yang harus saya jalani sebagai ibu hamil. Tapi Dr ini masih belum yakin
dengan hasil test saya di klinik Motae sebelumnya. Di suruhlah saya untuk test
darah lengkap lagi satu minggu setelahnya. Jantung saya rasanya naik turun, di
satu sisi saya bersyukur saya belum benar2 positif tapi di sisi lain saya
deg2an mengetahui hasilnya nanti. Tawakal sama Allah aja berbaik sangka dengan
semua keputusanNya.
Hari senin pun tiba. Bersama
Yasmina saya berangkat ke RS ber 2. Suami tersayang sedang ada deadline dari
professor tercintanya. Test ini mirip dengan test waktu di klinik, yang berbeda
adalah sample darah yang di ambil
langsung dari pembuluh darah vena. Alhamdulillah yasmin selama proses
pengembilan darah selama kurang lebih 4 jam sangat pengertian dan bersikap
manis. Terimakasih banyak ya Allah. Selalu ada kemudahan di setiap peristiwa.
Hasil testnya akan di berikan esok harinya sekalian konsultasi dengan DR
ahlinya.
Pada hari selasa Alhamdulillah
Suamiku bisa menjaga Yasmin sampai siang tiba. Yasmin terlihat lelah saya bawa2
ke sana ke mari sudah beberapa minggu ini. Saya berangkat lebih pagi untuk
mengantisipasi kejadian2 yang tidak diinginkan. Saya memilih turun di stasiun saetgang. Dari sana saya kan naik bis
lokal 05. Semua berjalan lancar sampai saya naik bis 05. Eh tapi ko tidak
sampoai-sampai ya di RS Borame. Ya Allah saya salah naik bis ternyata. Saya
malah naik bis 05-1. Langsung saya Tanya si bapak supir apa ini bis akan ke RS
borame juga. Alhamdulillah ternyata juga akan ke sana dengan jalan memutar. 1
jam saya habiskan berputar2 dengan bis 05-1 ini. Baru pertama saya naik bis di
korea ini yang berkali-kali ngetem menunggu penumpang. Gemas saya di buatnya.
Pak supir setelah bertanya dari mana saya berasal juga sempat cerita2 mengenai
buah yang saya tidak tau apa itu. Lah wong saya nggk ngerti apa yang di
bicarakan pak supir . Roaming bahasa, tapi saya tetap menanggapi dengan sopan
dan tersenyum dengan tidak manis karena jantung saya ini deg2an membayangkan
hasil test. Tiba2 pak supir kasih liat saya foto si buah yang di bicarakan.
Ternyata buah sirsak. Oalah pak,, itu buah mahal sepertinya di sini . Saya
doakan bisa coba buah sirsak yang banyak manfaatnya itu ya pak. Akhirnya tiba
juga di Borame Hospital. Saya langsung lari lagi ke lantai 2. Kalau sampai
telat saya harus antri panjang lagi. Saya tidak mau membuat Suami menunggu
terlalu lama di rumah.
“Selamat kamu negative dari
diabetes gestasional “ . Begitu kata DR Ahli yang saya lupa namanya. Ya Allah
,, terimakasih banyak. Dr juga mendoakan saya bisa melahirkan dengan bayi
perempuan yang sehat dan lucu. Ya Allah terimakasih banyak untuk semua
keajaiban ini. Saya bisa berpuasa dengan tenang insyaallah di Ramadhan kali
ini. Langsung saya pulang menemui Suami dan anak di rumah. Tidak lupa saat
perjalanan saya makan coklat bengbeng yang sudah saya siapakan jikalau hasilnya
negative. Sekali lagi terimakasih Ya Allah untuk semua rahmat dan karuniamu.
فَبِأَيِّ اٰلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
